|
Written by Juniawan Priyono - KPJ'94
|
|
Monday, 21 April 2008 |
Penduduk dunia yang diperkirakan berjumlah 8,7 miliar pada tahun 2007 akan menghadapi kelangkaan air bersih. Padahal hingga saat ini, pasokan air sudah berkurang hampir sepertiganya dibandingkan pada tahun 70-an ketika bumi baru dihuni 1,8 milyar penduduk. Bagaimana dengan Indonesia? Cadangan air di Indonesia hanya mampu memenuhi 1.700 m3 per orang per hari. Angka ini tergolong kecil jika dibandingkan dengan rerata cadangan air dunia, yakni di atas 2.000 m3 per orang per hari. Tulis Komentar (1 Komentar) |
|
Read more...
|
|
|
Google Earth Application to Support Disaster Emergency Response |
|
Written by Juniawan Priyono 1) Hadi Purwanto 2) and Dulbahri 3)
|
|
Monday, 29 October 2007 |
Natural disaster events such as the Indian Ocean tsunami, Yogyakarta earthquake, Padang earthquake, and the flood and landslide in the Morowali have killed and injured hundreds to thousands of people and left countless more homeless. The need for collaboration between emergency response personnel is becoming increasingly apparent. Most relief comes in the crisis response phase, when humanitarian aid workers come together to provide basic logistical services to the affected area. These emergency response teams must be able to form quickly, understand the problems and issues that emerge rapidly and work effectively. Tulis Komentar |
|
Read more...
|
|
|
Renungan Hari Pengurangan Risiko Bencana 2007 |
|
Written by Juniawan Priyono - KPJ'94
|
|
Sunday, 07 October 2007 |
Setiap hari Rabu minggu kedua bulan Oktober, dunia memperingati Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional (International Day for Disaster Reduction). Tema yang diambil untuk tahun 2006-2007 adalah “Pengurangan Risiko Bencana Berawal dari Sekolah.” Mengapa isu ini penting untuk diangkat? Ketika terjadi bencana alam, anak-anaklah yang paling rentan terkena dampaknya. Terutama sekali jika pada saat kejadian, anak-anak sedang belajar di sekolah. Gempabumi di Pakistan pada bulan Oktober 2005 menyebabkan lebih dari 16 ribu anak-anak meninggal akibat runtuhnya gedung sekolah. Longsorlahan di Leyte, Philipina menewaskan lebih dari 200 anak sekolah. Bagaimana halnya dengan gempa Jogja? Kita patut bersyukur karena gempa yang mengguncang Bantul terjadi pada pukul 05.54 pagi, di saat kegiatan belajar mengajar belum berlangsung. Padahal jumlah sekolah di seluruh DIY yang roboh mencapai 277, terdiri dari: 101 TK, 148 SD, 16 SMP, dan 12 SMA/SMK/MAN. Data yang bersumber dari situs depdiknas.org tersebut belum termasuk jumlah sekolah yang mengalami kerusakan ringan hingga berat. Dari tiga contoh kejadian tersebut, seharusnya kita berupaya melindungi anak-anak kita sebelum bencana terjadi. Tulis Komentar |
|
Read more...
|
|
|