|
Pemodelan Spasial dalam Perencanaan Sistem Layanan Kesehatan Berjenjang Pascabencana di Aceh & Nias |
|
|
|
|
Written by Juniawan Priyono - KPJ'94
|
|
Thursday, 19 November 2009 |
Empasan gelombang tsunami 26 Desember 2004 di Aceh dan goyangan gempabumi 28 Maret 2005 di Nias menghancurkan banyak fasilitas kesehatan. BRR NAD-Nias berupaya membangun kembali sarana dan prasarana kesehatan yang rusak akibat bencana dengan konsep sistem layanan kesehatan berjenjang. Berjenjang artinya mengatur sistem rujukan antara puskesmas pembantu, puskesmas, dan rumah sakit. Tulisan ini mencoba menganalisis distribusi fasilitas layanan kesehatan di NAD dan Nias berdasarkan aksesibilitas secara keruangan. Faktor keruangan mempertimbangkan pentingnya faktor penghambat geografis antara konsumen dan penyedia jasa, yaitu: lokasi, jarak antara keduanya, dan lama waktu yang ditempuh untuk memperoleh layanan tersebut. Analisis jalur terpendek dilakukan untuk mengukur jalur yang mempunyai jumlah penghambat yang minimum diantara masyarakat dan pusat layanan kesehatan yang diinginkan dalam suatu jaringan. Metode analisa ini digunakan pada kedua wilayah kajian dan dibandingkan secara deskriptif analitik. Hasil analisa menunjukkan bahwa pusat layanan kesehatan berjenjang di Nias terdistribusi secara lebih baik dibandingkan dengan NAD. Sejak perencanaan pemulihan sudah mempertimbangkan aksesibilitas secara keruangan. Sedangkan untuk wilayah Aceh diperlukan sebuah sistem rujukan yang dikembangkan berdasarkan topografi dan geografi wilayah. Layanan kesehatan berjenjang dapat dibagi ke dalam lima regional, yaitu barat-selatan, tengah, utara, timur, dan pusat. Tulis Komentar |
|
Read more...
|
|
|
Google Earth Application to Support Disaster Emergency Response |
|
|
|
|
Written by Juniawan Priyono 1) Hadi Purwanto 2) and Dulbahri 3)
|
|
Monday, 29 October 2007 |
Natural disaster events such as the Indian Ocean tsunami, Yogyakarta earthquake, Padang earthquake, and the flood and landslide in the Morowali have killed and injured hundreds to thousands of people and left countless more homeless. The need for collaboration between emergency response personnel is becoming increasingly apparent. Most relief comes in the crisis response phase, when humanitarian aid workers come together to provide basic logistical services to the affected area. These emergency response teams must be able to form quickly, understand the problems and issues that emerge rapidly and work effectively. Tulis Komentar |
|
Read more...
|
|
|
Pemodelan, Simulasi, dan Pengendalian |
|
|
|
|
Written by Rizki Noor Hidayat W - KPJ'94
|
|
Sunday, 01 April 2007 |
Pemodelan 3 Dimensi untuk Mendapatkan Citra Tegak dari Citra Terestrial pada Gunungapi Merapi (Konsep pemikiran tahun 2002 diimplementasikan pada kejadian erupsi 2006) Letusan Gunungapi merupakan bencana alam yang mampu menghancurkan segala sesuatu yang dilaluinya, termasuk manusia dan lingkungan sekitarnya. Monitoring terhadap aktifitas tersebut menjadi hal yang esensial untuk upaya penyelamatan kehidupan. Pemetaan penutup lahan merupakan hal yang penting untuk memonitor kenampakan dan aktifitas gunungapi serta menyajikan informasi lainnya. Tulis Komentar |
|
Read more...
|
|
|
Sistem Informasi Penanggulangan Bencana Indonesia |
|
|
|
|
Written by Juniawan Priyono - KPJ'94
|
|
Saturday, 03 March 2007 |
Data kebencanaan yang mempunyai rujukan spasial dan temporal memerlukan sebuah sistem untuk pengumpulan, penyimpanan, dan pengelolaan. Sistem Informasi Geografis sebagai suatu sistem berbasis komputer dengan empat kemampuan untuk menangani data bereferensi geografis, yaitu: pemasukan, pengelolaan, manipulasi dan analisis, serta keluaran; sangatlah tepat untuk diterapkan. Saat ini, GIS juga sudah dapat diimplementasikan sedemikian rupa sehingga dapat bertindak sebagai map-server melalui jaringan lokal maupun jaringan internet (web-based). Pengembangan Sistem Informasi Penanggulangan Bencana Indonesia (SIPBI) berbasis web-GIS dilakukan melalui tahapan berikut: konseptual, perancangan, pengembangan, operasional, dan audit. Tulis Komentar (2 Komentar) |
|
Read more...
|
|
|
Pemetaan Terumbu Karang dengan Satelit Sumberdaya Alam |
|
|
|
|
Written by Juniawan Priyono - KPJ'94
|
|
Monday, 26 February 2007 |
Pemetaan terumbu karang menggunakan citra satelit sumberdaya alam merupakan alternatif yang dapat dikedepankan dengan melihat kenyataan bahwa pengamatan obyek bawah air dapat dilakukan melalui citra pada kondisi air laut yang jernih dan mempunyai karakteristik yang homogen. Keunggulan dalam hal resolusi spasial, resolusi spektral, dan resolusi temporal juga menjadi alasan utama para ahli untuk menggunakannya. Penggunaan algoritma pemetaan material dasar di perairan laut dangkal dari Lyzenga dan proses contextual editing menghasilkan peta akhir yang akuratif. Tulis Komentar (10 Komentar) |
|
Read more...
|
|
|
<< Start < Previous 1 2 Next > End >>
|
| Results 1 - 5 of 6 |